
25 Helm SNI yang Disediakan Satlantas Polwiltabes Surabaya Ludes
Bukti Banyak Warga Belum Berhelm Standar
SURABAYA - Peraturan mengenakan helm ber-standar nasional indonesia (SNI) didok pada 1 April. Tapi, pada praktiknya, banyak warga Surabaya yang belum mengetahui aturan berkendara yang baru tersebut. Buktinya, tidak sampai 10 menit, 25 helm SNI yang disediakan Satlantas Polwiltabes Surabaya ludes.
Operasi simpatik yang diadakan di Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, kemarin (7/4), dipimpin langsung oleh Wakasatlantas Polwiltabes Surabaya Kompol Anton Hariadi. Perwira dengan satu melati di pundak tersebut mewakili Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Agus Widjayanto. Sebelum memulai operasi itu, dia memimpin 50 anggotanya untuk doa bersama. Dalam operasi simpatik tersebut, polisi bekerja sama dengan Jasa Raharja.
Setelah itu, kardus besar berlogo SNI dikeluarkan dari mobil polisi. Di dalam kardus tersebut tertata rapi 25 helm SNI. Helm-helm itu siap dibagikan ke pengendara yang kedapatan tidak mengenakan helm standar atau pengendara yang mengenakan helm standar, tapi kondisinya tidak layak pakai.
''Mohon maaf jika perjalanan terganggu. Kami sedang melakukan sosialisasi helm standar,'' kata Anton. Ketentuan memakai helm SNI didasarkan pada Pasal 106 Ayat 8 UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jika melanggar, pengendara akan dikenai denda Rp 250 ribu atau kurungan sebulan.
Seketika itu, arus lalu lintas di depan Taman Bungkul sedikit macet. Terutama di lajur motor. Sekitar 50 petugas mengecek helm pengendara satu per satu. Setiap pengendara yang mengenakan helm cibuk didata, diberi penjelasan, lantas diberi helm secara cuma-cuma.
''Maaf, Pak. Terima kasih,'' kata Maisyaroh. Perempuan asal Dukuh Menanggal tersebut mengaku belum mendengar bahwa ada peraturan menggunakan helm SNI. Dia kemarin berbelanja bersama suaminya di kawasan Jalan Urip Sumoharjo. ''Biasanya ya pakai ini,'' imbuhnya sambil menunjukkan helm cibuknya.
Terpisah, AKBP Agus Widjayanto menyatakan, jajaran Satlantas Polwiltabes Surabaya bakal gencar melakukan sosialisasi. ''Tempat dan waktu akan kami tentukan selanjutnya,'' jelasnya.
Dia menegaskan, pihaknya belum berencana melakukan penindakan tegas. Yang utama adalah membangun kesadaran warga lebih dulu melalui operasi simpatik. Dia memasang target sosialisasi minimal tiga bulan.
Fokus utama dalam operasi simpatik itu, mengingatkan pengendara bahwa menjaga keselamatan penting. Penggunaan helm SNI, kata Agus, bisa mencegah kecelakaan yang fatal. ''Kepala bisa terlindungi jika terjadi benturan,'' ujarnya.
Selain mengingatkan warga, Jajaran Satlantas Polwiltabes Surabaya mengoreksi diri sendiri. Salah satunya dilakukan melalui program Klik Byaaar!
Program tersebut di-lauching di depan DBL Arena, Jalan A. Yani, kemarin pagi. Maksud Klik Byaaar!, seluruh motor dinas dan pribadi anggota Satlantas Polwiltabes Surabaya dan jajarannya langsung menyala saat kunci kontak berada pada posisi on. ''Otomatis,'' tutur Agus.
Langkah itu diambil untuk meminimalkan kelalaian petugas yang tidak menyalakan lampu pada siang. ''Lucu kalau lampu motor petugas tidak menyala, tapi malah minta warga menyalakan lampu,'' ungkapnya.
Untuk mewujudkan program tersebut, puluhan mekanik didatangkan untuk memodifikasi arus listrik motor polisi. Total ada sekitar 600 motor yang dimodifikasi. Semua adalah motor dinas dan motor pribadi

0 komentar:
Posting Komentar